Pemadaman Listrik Hambat Distribusi Air Bersih, DPRD Samarinda Minta PLN Transparan

Ilustrasi keran air dengan debit yang menurun akibat terganggunya distribusi air bersih imbas pemadaman listrik bergilir di Samarinda.(foto: Ilustrasi/AI)

Samarinda – Dampak pemadaman listrik bergilir di Kota Samarinda semakin meluas. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga memengaruhi distribusi air bersih yang dikelola Perumdam Tirta Kencana Samarinda.

Persoalan ini menjadi perhatian Komisi II DPRD Samarinda dalam rapat bersama Perumdam Tirta Kencana. Salah satu fokus pembahasan adalah terganggunya operasional pompa air akibat pasokan listrik yang tidak stabil.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, menjelaskan bahwa pelayanan air bersih sangat bergantung pada ketersediaan listrik. Meski Perumdam memiliki generator cadangan, kapasitasnya dinilai belum mampu mengoperasikan seluruh sistem produksi dan distribusi air.

“Perumdam memang memiliki genset, tetapi kapasitasnya terbatas sehingga tidak dapat menghidupkan seluruh mesin yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat,” ujarnya, Jumat (3/7).

Menurutnya, gangguan distribusi air bersih menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat selama pemadaman listrik berlangsung. Kondisi tersebut turut menghambat berbagai aktivitas rumah tangga yang bergantung pada pasokan air.

Atas kondisi itu, DPRD Samarinda mendesak PLN untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan listrik yang terjadi. Selain itu, masyarakat juga dinilai berhak memperoleh informasi mengenai target waktu penyelesaian perbaikan.

Joha menegaskan, kepastian jadwal pemulihan penting agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian. Menurutnya, apabila memang terjadi kerusakan pada sistem pembangkit, PLN perlu menyampaikan secara rinci bentuk kerusakan beserta tahapan perbaikannya.

Ia juga menilai minimnya informasi yang diterima publik dapat memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan yang mengaitkan pemadaman dengan faktor lain. Karena itu, keterbukaan informasi dinilai menjadi langkah penting untuk menghindari kesalahpahaman.

DPRD berharap proses perbaikan gangguan kelistrikan dapat segera dituntaskan sehingga pelayanan listrik maupun distribusi air bersih kembali berjalan normal. Mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap hampir seluruh aktivitas masyarakat, penyelesaian masalah ini dinilai harus menjadi prioritas.

Facebook
Threads
Telegram
WhatsApp