Arie Wibowo Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

Warga berbelanja kebutuhan pokok di pasar tradisional di tengah tren kenaikan harga komoditas akibat fluktuasi nilai tukar rupiah. (foto:Ilustrasi/AI)

Samarinda – Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran. Meski rupiah sempat berada di kisaran Rp17.880 per dolar AS pada pertengahan Juni, masyarakat diminta tidak bereaksi berlebihan terhadap kondisi tersebut.

Anggota DPRD Samarinda, Arie Wibowo, mengimbau warga agar tidak melakukan aksi borong kebutuhan pokok karena dikhawatirkan justru merugikan diri sendiri. Menurutnya, membeli barang secara berlebihan dapat menguras keuangan keluarga dan berisiko menyebabkan barang rusak maupun kedaluwarsa sebelum digunakan.

“Yang terpenting adalah tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan. Jangan sampai kepanikan justru menimbulkan pemborosan,” ujarnya,

Politisi dari Partai Golkar itu juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak mengatur pengeluaran rumah tangga. Ia menilai kondisi ekonomi saat ini perlu disikapi dengan pengelolaan keuangan yang lebih cermat serta mengurangi belanja yang tidak mendesak.

Selain itu, Arie menyarankan masyarakat mencari alternatif produk dengan harga yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kebutuhan utama sehari-hari. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga di tengah tren kenaikan harga sejumlah komoditas.

Menurutnya, meskipun nilai tukar rupiah mulai menunjukkan perbaikan, dampak terhadap harga kebutuhan pokok masih terasa di pasar. Kondisi tersebut menyebabkan daya beli masyarakat mengalami penurunan dan memengaruhi perputaran barang di tingkat distributor.

Arie juga mengingatkan pemerintah dan pihak terkait untuk terus mengawasi distribusi barang kebutuhan pokok agar tidak terjadi praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan serta mendorong kenaikan harga di pasaran. (*)

Facebook
Threads
Telegram
WhatsApp